KPU Mengajar: Menyemai Bibit Demokrasi untuk Pemilih Pemula Generasi Z
Rantepao, kab-torajautara.kpu.go.id-KPU Kabupaten Toraja Utara hadir dengan program "KPU Mengajar: Menjemput Pemilih dari Sekolah". Kami tidak tunggu kalian datang; kami jemput langsung ke bangku sekolah. Kira-kira itu yang menjadi penyemangat dan pelecut melaksanakan program yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Sulawesi Selatan dan dikerjasamai dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Saya, Semuel Rianto Tappi, Anggota KPU sekaligus Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Toraja Utara, bangga telah dua kali menjadi fasilitator. Pertama, Selasa 20 Januari 2026 di SMA Negeri 6 Toraja Utara, dihadiri sekitar 60 siswa dari berbagai kelas. Kedua, Rabu 21 Januari 2026 di SMA Negeri 1 Toraja Utara, khusus satu kelas dengan 25 siswa yang super antusias.

Kenapa program ini urgent? Data nasional menunjukkan literasi demokrasi pemilih pemula masih rendah hanya 40% Gen Z paham hak suara mereka, menurut survei KPU 2024. Akibatnya, golput mencapai 20-30% pada pelaksanaan Pemilihan Umum serentak tahun 2024, hoaks digital membanjiri medsos seperti TikTok, Facebook dan Instagram, money politik merusak integritas, dan isu sensitif lain seperti politik identitas. Kalau dibiarkan, Pemilu 2029 rawan dan mengancam tatanan demokrasi di Indonesia. KPU Mengajar jawab tantangan ini dengan sosialisasi pendidikan pemilih bagi pemula yang belum ikut Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 maupun pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2024 (Pilkada), akan tetapi sudah punya pengalaman pada pemilihan ketua OSIS (Pilketos) yang dilaksanakan serentak di Sulawesi Selatan pada 29 September 2025 sebagai dasar penanaman nilai demokrasi awal. Sasarannya tepat: yakni menyasar pemilih pemula, dengan menanamkan hakikat dan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Pendekatan yang digunakan dalam KPU Mengajar adalah metode pedagogis Gen Z friendly artinya fun namun bukan proses pengajaran yang monoton dan membosankan. KPU Mengajar menekankan ceramah interaktif untuk jelaskan dasar hak pilih, diskusi kelompok, games Sosdiklih Quiz (hadiah merchandise KPU), dan testimoni siswa dari kegiatan sebelumnya. Interaksi dua arah ini bangun pemahaman mendalam, seperti menanam benih yang tumbuh jadi pohon kokoh.
Apa hasilnya? Output langsung: literasi kepemiluan dasar (paham tahapan Pemilu, hak/kewajiban pemilih), penanaman nilai demokrasi (jujur, adil, partisipatif), dan tingkat kepercayaan pada KPU melonjak. Siswa pulang bukan cuma tahu, tapi percaya Penyelenggara netral. Tujuan umum: Ciptakan generasi literasi tinggi, sadar demokrasi, dan aktif partisipasi pada pelaksanaan Pemilu 2029 yang akan datang, sehingga dapat menekan angka golput.
Tujuan khusus: Bangun literasi Pemilu & demokrasi, kesadaran politik sehat, berpikir kritis lawan hoaks/money politik, serta nilai integrasi nasional.
Manfaat jangka panjang luar biasa. Pemilih pemula terutama kelas X, XI dan XII di SMA, SMK sederajat jadi benteng demokrasi Toraja Utara. Bayangkan 2029: tidak ada lagi golput karena malas, hoaks kalah telak oleh fakta, money politik ditolak mentah-mentah. Program ini juga kolaborasi KPU dengan sekolah-sekolah, dorong guru PPKn integrasikan materi KPU ke kurikulum. Testimoni dari para siswa yang telah mengikuti kegiatan KPU mengajar disamput positif baik oleh kalangan guru, siswa maupun dikalangan penggiat demokrasi dan kepemiluan serta masyarakat.
Muatan Literasi Sosdiklih: Jantung Pendidikan Pemilih
Muatan utama KPU mengajar adalah sosialisasi pendidikan pemilih (sosdiklih) yang merupakan implementasi wajib tingkatkan literasi sejak dini. Beberapa muatan materi KPU mengajar seperti mengenal sekilas tentang Demokrasi dan Pemilu (Asas, prinsip dan tujuan), Tahapan Pemilu (Pencalonan, Kampanye, Pemungutan Suara, Rekapitulasi), hak/kewajiban Pemilih (suara rahasia, tolak suap), literasi digital (cek DPT online), dan etika politik (hindari money politik, SARA dan kampanye hitam).

Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) adalah jantung program ini, mandat UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU No. 19 Tahun 2020. Sasaran tepat: pemilih pemula yang belum ikut Pemilu/Pilkada tapi sudah pengalaman OSIS—persiapan matang menuju 2029.
Mari, kepala sekolah, guru, dan siswa SMA/SMK sederajat di Toraja Utara! Hubungi KPU Kabupaten Toraja Utara untuk mengetahui jadwal KPU Mengajar selanjutnya. Demokrasi bukan milik orang tua lagi dan bukan pula warisan tetapi ini tentang hak kalian, pemilih pemula Generasi Z. Bersama KPU Mengajar, kita tanam bibit demokrasi hari ini, panen Pemilu cerdas dan berintegritas di tahun 2029 (Semuel Rianto Tappi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Toraja Utara)
(TIM HUMAS)